Oleh: fatiaali | April 21, 2008

Mempercepat Market Share Industri Perbankan Syariah

Oleh

AM Hasan Ali, MA*

Terasa masih banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan dalam mengembangkan industri perbankan syariah di Indonesia. Sudah banyak terobosan yang telah dilakukan oleh pengembang konsep ekonomi Islam yang semuanya bermuara untuk memajukan dunia perbankan syariah di Indonesia. Mulai dari MUI yang telah mengeluarkan fatwa tentang bunga bank haram. Kemudian disusul dengan beberapa kebijakan yang dikeluarkan BI, melalui Direktorat Perbankan Syariahnya, diantaranya telah menelurkan kebijakan office chanelling bagi bank konvensional yang telah membuka Unit Usaha syariah (UUS) untuk memberikan pelayanan transaksi syariah bagi masyarakat luas.

Kondisi di atas merupakan bukti riil dukungan terhadap pengembangan industri perbankan syariah di Indonesia. Tetapi, hasilnya masih dirasakan kurang memuaskan. Sampai saat ini, tercatat market share industri perbankan syariah Indonesia masih 1,5% dari total market share industri perbankan nasional. Artinya, 98,5% market share industri perbankan nasional masih dikuasai oleh dunia perbankan konvensional. Satu hal yang ironis. Pertama, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam merupakan potential market yang dapat mendukung pengembangan perbankan syariah di Indonesia. Hal ini dapat difahami masih banyak umat Islam yang belum tergerak hatinya untuk bergabung bersama merapatkan barisan dalam pengembangan ekonomi Islam, khususnya melakukan transaksi pada perbankan syariah. Kedua, keberadaan industri perbankan syariah relatif sudah berjalan hampir 15 tahun lebih. Berarti, eksistensi bank syariah sudah tidak lagi seperti anak kecil yang geraknya tidak lincah, tetapi sudah menjadi pemuda yang diharapkan dapat bergerak lebih lincah dan responsif terhadap kondisi perkembangan zaman.

Sejak adanya Bank Muamalat pada tahun 1991 berarti menjadi tonggak awal perkenalan umat Islam Indonesia dengan bank syariah. Sampai akhir tahun 2006 telah ada 3 bank umum syariah, 19 Unit Usaha Syariah (UUS), 493 kantor cabang syariah dan 105 BPRS. Belum lagi lembaga keuangan mikro syariah atau Baitul Mal wa Tamwil (BMT) yang tersebar hampir di setiap propinsi. Sebuah prestasi yang menggembirakan bagi perkembangan lembaga keuangan syariah di Indonesia. Tetapi, sekali lagi masih kecilnya market share industri perbankan syariah di Indonesia menjadi pertanyaan besar, ada masalah yang krusial dalam pengembangan perbankan syariah. Mengapa masih kecil market share-nya?

Industri perbankan syariah di Indonesia saat ini, ibarat mobil yang melaju di jalan tol tapi jalannya masih tetap lambat. Seharusnya, dengan beberapa terobosan yang ada pergerakan laju perkembangan industri perbankan syariah dapat bergerak lebih cepat, seperti mobil-mobil yang melaju cepat di jalan tol. Oleh karena itu, 2007 dapat dijadikan momentum sebagai tahun percepatan dalam pengembangan industri perbankan syariah di Indonesia. BI menargetkan pada tahun 2007 market share bank syariah sudah bergerak menuju angka 5%. Sebuah program besar yang perlu didukung bersama oleh semua partisipan pengembangan perbankan syariah. Ada beberapa langkah kongkrit yang dapat mendukung pengembangan industri perbankan syariah ke depan.

Pertama, sosialisasi bank syariah ke masyarakat perlu ditingkatkan. Realita di tengah masyarakat masih banyak yang belum mengerti dan memahami tentang bank syariah. Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah (PKES) yang salah satu misinya melakukan sosialisasi perbankan syariah ke masyarakat merasakan minimnya dana untuk kegiatan edukasi. Beberapa program sudah dijalankan, termasuk program acara TV, dialog interaktif di Radio dan kontak tanya jawab ekonomi syariah di 11 koran nasional. Hasilnya, masih banyak masyarakat yang belum mengerti tentang ekonomi syariah, khususnya mengenai perbankan syariah.

Kedua, inovasi produk perbankan syariah yang mengacu pada service satisfaction. Produk yang dikembangkan industri perbankan syariah terkesan belum mencerminkan keinginan yang dirasakan oleh customer. Pada kondisi seperti ini, akan lebih baik jika perbankan syariah merubah orientasi dari product driven menjadi customer driven. Produk yang dikembangkan mengikuti arus keinginan yang dibutuhkan oleh nasabah atau customer. Disamping lebih efektif, orientasi customer driven akan memberikan sentuhan pengurangan biaya operasional (operational cost).

Ketiga, terobosan kebijakan baru yang mendukung. Dalam hal ini, peran Departemen Agama RI sebagai penyelenggara ritual tahunan ibadah haji perlu dibangkitkan lagi untuk mendukung pengembangan industri perbankan syariah. Dana haji merupakan himpunan dana yang besar. Saat ini, ongkos naik haji (ONH) dapat disetor dihampir seluruh bank konvensional. Artinya, sementara ini banyak dana umat Islam yang akan berangkat haji mengendap di bank-bank konvensional. Sudah saatnya, Departemen Agama mengeluarkan kebijakan pengelolaan dana haji oleh industri perbankan syariah. Kalau asuransi haji sudah dikelola oleh perusahaan asuransi syariah. Maka, tidak masalah jika pengelolaan ongkos naik haji (ONH) dilakukan oleh industri perbankan syariah. Wallahu ‘alam bis showab

*Penulis adalah Pengkaji pada Pusat Komunikasi Ekonomi Syariah dan Dosen Ekonomi Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

About these ads

Responses

  1. Artikel di blog Anda sangat menarik dan berguna sekali. Anda bisa lebih mempopulerkannya lagi di infoGue.com dan promosikan Artikel Anda menjadi topik yang terbaik bagi semua pembaca di seluruh Indonesia. Tersedia plugin / widget kirim artikel & vote yang ter-integrasi dengan instalasi mudah & singkat. Salam Blogger!

    http://www.infogue.com/b

    http://www.infogue.com/bisnis_keuangan/mempercepat_market_share_industri_perbankan_syariah/


Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: